Digital Teknologi Sumpah Pemuda Di Era Digital Berikan Aku 10 Pemuda, Maka Akan Kuguncang Dunia "Ir. Soekarno" ST3 TELKOM Dies Natalies Blog Contest

Dies Natalies Blog Contest



Dies Natalies dalam rangka memperingati hari jadi ST3 Telkom Purwokerto yang ke-3 dimana puncak dari serangkaian acara akan diselenggarakan pada tanggal 20 Desember 2015. salah satu dari event Dies Natalies ST3 Telkom Purwokerto adalah Blog Contest untuk kalangan umum yang terbagi menjadi 2 kategori yaitu :

1. Sumpah Pemuda Di Era Digital
2. What’s  Your Dream About ST3 Telkom Purwokerto

Blog Contest akan diselenggarakan mulai dari tanggal 26 Oktober 2015 sampai dengan 4 Januari 2016 dengan beberapa persyaratan yaitu :
1. 1 domain yang di daftarkan hanya untuk 1 kategori lomba
2. Peserta adalah Warga Negara Indonesia dan tidak ada batasan usia
3. Peserta bebas menggunakan blog apapun (detik, blogspot, wordpress, kompasiana, dll).
4. Peserta wajib memasang banner lomba pada widget sidebar blog atau didalam postingan sebagai tanda keikutsertaan kontes yang di hyperlink ke www.st3telkom.ac.id. Banner dapat di lihat disini
5. Artikel bukan hasil copy paste, atau pernah di postingkan.
6. Artikel yang diikutsertakan menggunakan bahasa Indonesia. Bahasa Inggris dapat menjadi konten pelengkap
7. Artikel menggunakan bahasa yang menarik dan komunikatif dengan alur yang mudah dimengerti
8. Konten artikel tidak boleh mengandung unsur pornografi, pornoaksi, dan SARA, serta bukan hasil plagiat
9. Panjang tulisan minimal 700 kata
10. Artikel tidak boleh melanggar hak kekayaan intelektual pihak manapun juga
11. Kirim URL lengkap postinganmu dengan mengisi form di halaman FORM PENDAFTARAN 
12. ST3 Telkom berhak untuk mendiskualifikasi peserta dan/atau pemenang yang dianggap melanggar sebagian atau seluruh syarat dan ketentuan kompetisi ini.
13. Kompetisi tidak berlaku untuk karyawan ST3 Telkom, namun tidak tertutup bagi keluarga yang ingin mengikutinya dan diperbolehkan.
14. Disclaimer! Tulisan di luar tanggung jawab ST3 Telkom

PERIODE LOMBA :
1. Periode lomba : 26 Oktober 2015 s.d 4 Januari 2016
2. Pengumuman pemenang : 27 Januari 2016
3. Media Pengumuman pemenang : http://st3telkom.ac.id

SISTEM PENJURIAN :
Penilaian Blog Contest akan dilakukan oleh team ST3 Telkom dengan memperhatikan faktor berikut :

1. Quality Of Content : kualitas kontent yang di ikut sertakan
2. Word Usage : Penggunaan tata bahasa
3. Unique : keunikan kontent yang diikut sertakan
4. Site Design : Design dari blog yang diikut sertakan

Sumpah Pemuda di Era Digital


Teringat ketika para pemuda mewariskan jasanya dengan penuh tenggang rasa serta  semangat yang membara untuk membela tanah air kita yang senantiasa dijajah oleh Belanda dan sekitarnya.

Teringat ketika para pemuda berteriak mendeklarasikan harga diri untuk tanah air ini demi mengikuti jejak para pahlawan yang mati dikandang sendiri demi tercapainya tujuan yang suci yaitu kemerdekaan yang dinanti yang hanya kita bisa nikmati sekarang ini.

Teringat ketika zaman-zaman para pemuda mempersatukan suku demi tercapainya Indonesia yang maju tanpa rasa malu dengan tekad sekeras batu untuk mengusir para penjajah yang tanpa diundang terlebih dahulu.

Teringat ketika rakyat yang dibela oleh para pemuda karena melarat yang diakibatkan oleh para penjajah yang kuat untuk menjauhkan mereka yang selalu melekat pada Negara yang penuh harkat dan martabat.

Dan teringat pada masa-masa para pemuda yang menjadi pejuang untuk menggantikan para pahlawan yang mati dikenang demi membela negeri dengan penuh rasa kasih sayang supaya tidak jatuh ke tangan para penjajah yang lantang.
















Semua itu telah di deklarasikan melalui Sumpah Pemuda yang berbunyi:
SOEMPAH PEMOEDA

Pertama :
"KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA"

Kedua :
"KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA"

Ketiga :
"KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA"

Djakarta, 28 Oktober 1928

Hanya dengan membaca ketiga point dari sumpah pemuda itu, teringat bahwa Putra Putri Indonesia menumpahkan darahnya untuk bersatu, berbangsa untuk bersatu dan menjunjung bangsa persatuan demi tanah air tercinta. Kota Jakarta sebagai saksinya dan tanggal 20 Oktober sebagai pijakannya.

Sekarang kita telah mengetahui bahwa dahula kala para pemuda bersusah payah untuk berusaha mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia dan mempertahankan harkat dan martabat bangsa. Terus, apa yang terjadi dengan para pemuda di Era Digital dengan zaman teknologi yang berkuasa ini.. Pada zaman dahulu, ketika Handphone masih memakai telegram dan email masih memakai surat, semua jaringan komunikasi itu masih dibatasi oleh para penjajah untuk meminimalisir pergerakan yang berontak secara tiba-tiba. Balik lagi ke era modern yang tak lekang oleh waktu, secara tidak langsung kita telah menikmati jerih payah sebagai hasil dari perjuangan para pemuda dan para pahlawan yang rela mati demi keutuhan Negeri. Kegiatan jaringan komunikasi pun tidak ada yang membatasi. Tetapi ada yang menyimpang dengan hal ini, paradigma yang mengejutkan terdapat pada zaman modern. 

Memang benar ketika dahulu setiap kegiatan dibatasi oleh penjajah, tapi ketika sekarang setiap kegiatan malah dibatasi oleh teknologi. Seperti pada saat sosialisasi, kebanyakan dari mereka malah menikmati benda mini yang sedang dipegang. Bahkan sampai ada yang senyum-senyum sendiri. Atau istilahnya malah menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Benda mini itu seakan-akan menjadi teman sejati daripada sahabat sendiri yang selalu memberi motivasi dan solusi. Ketika bangun tidur, bukannya doa yang dipanjatkan, tetapi tangan malah sibuk mencari keberadaan benda yang selalu digunakan. Hal itu seakan-akan menjadi senjata makan tuan disaat dahula kala para pemuda selalu dibatasi dalam setiap gerakan oleh penjajah yang jauh dari kata sopan. Kesimpulannya di zaman modern ini, kita telah menemukan penjajah yang baru yang selalu membatasi setiap pergerakan, selalu membatasi pergaulan dengan teman, lalai dalam mengerjakan kewajiban, dan berpotensi mempengaruhi hubungan dalam kekeluargaan. Era Digital telah dimulai dengan teknologi sebagai penguasanya yang siap menjerumuskan dan memanjakan mereka yang pemalas.

Apakah ada yang salah dengan semua ini? Tentu saja tidak. Teknologi secanggih apapun tidak bisa disalahkan keabsahannya. Karena kemajuan Era Digital memang sudah ditakdirkan oleh yang Masa Kuasa. Hal itu terdapat pada Hadits Nabi Muhammad SAW, ketika itu beliau sedang menjalankan peristiwa Isra Mi’raj yang ditemani oleh Malaikat Jibril. Perjalanan dimulai dari Masjidil Aqsha hingga ke Sidratul Muntaha yang merupakan langit tertinggi (langit ke-7). Pada proses perjalannya sebelum tiba di langit ke-7, beliau bertemu dengan seorang Nenek yang amat tua sekali, tapi ada yang aneh dengan Nenek itu. Sang Nenek yang terlihat tua, memakai perhiasan dengan bergelimpah. Nenek itu menyapa Nabi SAW:

"Hai Muhammad, hai Muhammad (Sambil mengangkat dan menggerakkan tangan)".
"Wahai Djibril, siapakah itu? (Tanya Muhammad SAW)".
"Itu adalah gambaran BUMI dimasa depan (Jawab Malaikat Djibril)".

Sudah jelas, bisa ditarik kesimpulan dari Hadits tersebut yaitu “Semakin modern dan canggihnya Bumi ini, menandakan bahwa umur Bumi semakin tua”. 

Kemajuan teknologi tidak akan berhenti di abad-21. Di tahun-tahun berikutnya, pasti akan memunculkan beragam inovasi baru dibidang tersebut. Sebenarnya itu menjadi pukulan telak bagi pengguna digital terutama para pemuda. Apakah akan terus dimanjakan oleh digital dengan beragam inovasinya, atau bisa memanjakan digital dengan kemampuan dari ilmu yang dimiliki. Kita harus bisa mengubah paradigma tersebut sebelum semua  itu terlambat. Dengan cara mempelajari ketiga point dari Sumpah Pemuda di Era Digital ini. Baik dipelajari di lembaga pendidikan formal, informal maupun non-formal. Tentunya ketiga lembaga tersebut harus saling mendukung dan bekerja sama supaya bisa mewujudkan apa yang ingin diharapkan terhadap para pemuda.


Bahkan sang singa podium, presiden Republik Indonesia pertama, bung karno pernah mengucapkan kalimat bernada harapan tinggi kepada para pemuda, “Berikan aku 10 pemuda, maka akan kuguncangkan dunia”. Itulah sepenggal kalimat yang diucapkan beliau. Terkesan berlebihan jika pemuda yang diharapkan bung karno bisa mengguncang dunia. Akan tetapi hal itu telah terealisasi dan menjadi kenyataan dikala para pemuda pada zaman dahulu berdedikasi untuk menyelamatkan bangsa dari para penjajah. Walaupun sebatas di dalam negeri, tapi guncangan para pemuda terhadap penjajah kala itu sungguh luar biasa. Segenap harga diri dikorbankan demi tanah air. Dan pada akhirnya, puncak dari perjuangan para pemuda tercantum dalam ke tiga point sumpah pemuda. Itu merupakan bukti nyata bahwa pemuda bisa mengguncangkan dunia dengan segenap tekad mereka. Lantas, apakah kalimat yang diucapkan oleh bung karno berlaku pada era digital saat ini? Bukan tidak mungkin bagi para pemuda di zaman sekarang bisa seperti apa yang bung karno harapkan. Pernyataan bung karno yang berperan besar dalam menimbulkan ketiga point sumpah pemuda, itu merupakan bukti implementasi dari perjuangan para pemuda. Hingga ketiga point tersebut sampai saat ini dimasukkan kedalam tonggak sejarah Indonesia dan terus berusaha diamalkan. Inilah kesempatan bagi para pemuda era digital untuk mempelajari point-point tersebut dengan segenap tekad seperti yang dimiliki pemuda zaman dahulu.

Jika point-point itu telah telah dipelajari dan sampai masuk kedalam hati nurani para pemuda di Era Digital ini, maka akan mengubah paradigma baru dari para pemuda terhadap teknologi. Yaitu:

Dominasi teknologi yang menguasai pemuda dengan sebagian asumsi bernada negatif, bisa diubah kearah positif dengan menjunjung tinggi nilai-nilai manfaat dari teknologi dan mengurangi sebisa mungkin nilai-nilai madharat dari teknologi. Era Digital yang menguasai pemuda pada zaman sekarang ini, akan diubah menjadi era pemuda yang menguasai digital pada zaman ini. Dan yang lebih penting, unsur spiritual dari para pemuda akan lebih tinggi daripada unsur digital dari para pemuda.



Template by Clairvo Yance
Copyright © 2012 Digital Teknologi and Blogger Themes.